Cara Belajar dan Penerapan Kurikulum di Australia



Australia- Mungkin cara belajar dunia pendidikan serta penerapan di Australia bisa menjadi bahan acuan untuk dapat diadopsi oleh indonesia, terbilang sangat baik penerapan kurikulum di negara tetangga seperti Australia bisa dibilang cukup efektif dan tidak banyak menyita waktu dalam menempuh jenjang pendidikan. Dikutip dari sekolah Internasional Australia yang ada di Jakarta yang menggunakan kurikulum Australia membeberkan beberapa perbedaan antara kurikulum Australia dengan Indonesia.

Hal ini mencolok sekali pada penerapan UN jika di Indonesia sistem UN yang diterapkan seperti yang kita ketahui, jauh berbeda dengan UN di kurikulum Australia karena sistem UN yang digunakan hanya pada taraf pelajaran seperti diskusi dan beberapa kegiatan belajar yang pernah dilakukan tetapi tarafnya Nasional. Paling mencolok adalah sistem penerapan sains dan riset pada anak bertumu pada sisten IT control.

Pada penerapan Kurikulum di Australian akan memberikan peluang besar pada yang memiliki IQ tinggi seperti misalkan contoh Kurikulum Australia mematok nilai tinggi jika seseorang lulus dengan nilai tinggi seperti misalkan NIM kelulusan mencapai 9 atau 10 pada jenjang SMA maka sudah dipastikan pada saat lulus SMA akan langsung mendapatkan gelar Doktor selanjutnya nilai lain juga seperti itu.

Baik di SMP dan SD juga sama, serta di Kuliah untuk anak yang biasa-biasa saja juga dinyatakan lulus tetapi nilai hanya mencapai untuk hal tertentu begitu juga penerapan yang dilakukan pada saat kuliah mahasiswa akan diberikan masa studi selama kuliah dengan hasil nilai kelulusan pada saat SMA bisa dibilang dari satu mahasiswa ke mahasiwa lain memiliki perbedaan misalkan mahasiswa A menempuh pendidikan 3 tahun dan mahasiswa B akan menempuh pendidikan selama 4 tahun.

Hal ini ditentukan oleh kampus dari nilai yang sudah pernah didapat bisa dibilang sistem kurikulum Australia jauh lebih efektif dibandingkan dengan kurikulum Indonesia tetapi kurikulum ini tidak bisa diterapkan di Indonesia karena beberapa faktor terutama anak Indonesia masih banyak buta akan teknologi.

Anak SD di Australia sudah menggunakan sistem pembelajaran riset sederhana yang dilakukan Individu seperti meneliti serangga dan beberapa penelitian sederhana lain sehingga ketika di SMP tinggal melanjutkan, kurikulum Australia akan memberikan keuntungan bagi yang pintar dan tidak merugikan anak yang tidak pintar.

Anak yang pintar akan lebih cepat sekolah dalam waktu singkat akan mendapatkan gelar tertentu tanpa harus menunggu 12 tahun belajar atau 20 tahun lamanya untuk mendapatkan gelar Doktor tidak heran kalau di Australia anak berusia belasan tahun sudah banyak menyandang gelar Megister ataupun Doktor karena prestasi yang diraih selama sekolah SD, SMP, dan SMA sudah mencukupi dan bisa disetarakan dengan lulusan Megister dan Doktor.

Mungkin Indonesia sudah sedikit mengadopsi kurikulum Australia seperti misalkan pada SMA plus ada yang disebut dengan kelas Akselerasi atau percepatan anak bisa bersekolah 2 tahun saja di SMP dan SMA tetapi masih jauh berbeda dengan Australia. Lain lubuk lain ikannya begitulah gambaran kondisi pendidikan dimasing-masing negara.

Tetapi yang perlu di Ingat bahwa pendidikan dengan kurikulum bertaraf Internasional dan negara lebih maju dari Indonesia perlu dijadikan contoh mengingat pendidikan yang ada disana jauh lebih baik dibandingkan Indonesia semoga Indonesia bisa berjaya dimasa pemerintahan Jokowi-JK terutama dalam Pendidikan Indonesia.
Bagikan Artikel :
Share on FB Tweet Share on G+

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Acak