PhotoMath, Aplikasi yang Ditakuti Guru Matematika & Kemendikbud



JAKARTA- Menarik PhotoMath, Aplikasi yang Ditakuti Guru Matematika & Kemendikbud sebenarnya apasih PhotoMath, sebuah aplikasi yang dibuat oleh pabrikan  asal Kroasia ini menjadi sangat terkenal karena melalui aplikasi ini siswa tidak lagi merasa kesulitan untuk mengakses dan belajar matematika. Ada banyak alasan mengapa aplikasi ini diciptakan lantas mengapa aplikasi ini ditakuti oleh para guru Indonesia dan Kemendikbud.

Beberapa dugaan penyalahgunaan aplikasi ini akan terjadi misalkan melalui aplikasi ini siswa dapat melakukan kecurangan tanpa harus menggunakan hitungan aplikasi ini dapat menghitung rumus matemika secara akurat. Menurut berita CNN Sebuah aplikasi smartphone baru akan melakukan pekerjaan rumah matematika mereka untuk mereka, asalkan itu tidak terlalu rumit.

PhotoMath oleh microblink menggunakan kamera ponsel untuk memecahkan persamaan dan kemudian mengajarkan Anda langkah-demi-langkah metode untuk memecahkan sendiri. Aplikasi ini dapat melakukan aritmatika: penambahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian. Hal ini dapat menangani pecahan. Ia tahu apa yang 23 adalah dan dapat menghitung akar 246. Ia bahkan bisa melakukan persamaan linier sederhana, asalkan x Anda memecahkan untuk dicetak miring sehingga aplikasi tidak bingung dengan simbol x perkalian.

Melalui aplikasi ini diharapakan pelajar dunia dapat mempelajari matematika dengan mudah cukup memfoto soal matematikan maka akan langsung diterjemahkan hasil sementara mengapa di Indonesia malah ditakuti oleh para guru heran bukan terobosan baru ini seharusnya malah memudahkan anak untuk belajar matematika, tetapi menurut pandangan guru dan Kemendikbud bahwa aplikasi ini sama seperti kalkulator tetapi lebih canggi dan mudah digunakan, kalau ini dibiarkan maka anak akan malasa menghitung pelajaran secara manual dan menyebabkan anak jadi bodoh hal ini yang ditakutkan guru di Indonesia.

Apalikasi ini dibuat dengan tujuan memudahkan pelajar untuk dapat belajar matematika dengan mudah, dengan satu klik sudah dapat hasil, tetapi hal ini masih tabu digunakan oleh Indonesia sedangkan menurut pabrikan yang merancang aplikasi "Ini membuat matematika menjadi mudah dipelajari, dan dengan mudah memberikan jawaban," ucap pihak perusahaan tersebut. 


Download Apps PhotoMath Aplikasi Matematika
 
Penasaran seperti apa aplikasi ini anda juga dapat mendownloadnya untuk pengguna iOS atau iPhone produk Apple di Download Apps PhotoMath Free Tidak ada salahnya kalau pelajar Indonesia mencoba aplikasi ini karena mau tidak  mau suka tidak suka era sekarang adalah era kemajuan teknologi dan kita tidak bisa menolak hal tersebut termasuk aplikasi PhotoMath ini.

Aplikasi ini dapat menimbulkan masalah bagi sekolah telah berurusan dengan kelebihan smartphone. Guru matematika harus ekstra waspada selama tes untuk mencegah siswa dari kecurangan. Semoga saja dampak teknologi menjadi manfaat bukan malah menjadi masalah baru. Selain pengguna IOS untuk pengguna Windows Phone juga bisa.

Pemerintahan Jokowi-JK: Nasib Guru Honorer




JAKARTA- Apakah akan bernasib sama guru honorer di pemerintahan Jokowi-JK jika melihat dari tahun ke tahun gaji guru honorer di Indonesia hanya 300 rb perbulan itupun dibayar triwulan sekali atau 3 bulan sekali bahkan ada yang sampai 1 tahun baru dibayar gaji honornya, melihat data bahwa ada sekitar 1,6 juta guru SD di Indonesia sekitar 500 ribu lebih atau sekitar 32 persen dari jumlah guru SD se Indonesia adalah Honorer itu belum termasuk SMP dan SMA.

Pertanyaan akan kesejahteraan guru seharusnya tidak hanya untuk guru PNS saja melainkan seharusnya guru honorer juga merasakan dampaknya terbilang sangat miris jika gaji yang diterima sangat kecil bahkan untuk biaya transportasi saja dalam satu bulan tidak mencukupi, pertanyaan mengenai nasib guru honorer dijaman pemerintahan Jokowi-JK apakah akan bernasib sama seperti 69 tahun silam mulai dari jaman kemerdekaan sampai sekarang kesejahteraan guru honor terbilang jauh dari sejahtera.

Akibatnya para guru honorer harus bekerja keras honor kesana-kemari 3 atau 4 tempat dalam satu hari berpindah demi mencukupi kebutuhan perbulan, hal inilah tanpa disengaja membuat pendidikan setidaknya tidak berkualitas jika ada sekitar 500 ribu lebih guru yang bernasib sama karena gaji kecil sehingga setiap bulan hanya mengajar saja tanpa memikirkan kwalitas bahan ajar yang diberikan.

Coba bayangkan bila gaji guru honorer besar mungkin banyak guru yang mulai memilirkan pendidikan yang diberikan harus lebih berkualitas. Guru Honorer disatu sisi harus bergelut mengisi perut agar bisa bertahan satu sisi harus memilikirkan pendidikan yang berkualitas rasanya memang tidak adil jika hal ini terus dipertahankan.

Guru Honorer adalah bagian dari pendidikan Indonesia yang harus diperhatikan juga kesejahteraannya mengingat jumlah yang ada cukup besar hampir dari setengah guru PNS Indonesia. Jika boleh melihat data di negeri tetangga seperti Malasyia gaji seorang guru satu bulan kalau dirupiahkan mencapai 45 juta baik honorer maupun pns.

Mereka menyebut guru tidak lagi sebagai pengabdian tetapi sebagai profesi tentunya harus profesional dan dituntut untuk meningkatkan kwalitas pendidikan Indonesia. Salah satu sektor yang harus diperbaiki dalam memajukan pendidikan Indonesia adalah guru terlebih dahulu yang haru disejahterakan.

Jadi pertanyaan Apakah guru honorer akan bernasib sama di pemerintahan Jokowi-JK ini masih dipertanyakan tentu ini menjadi PR besar bagi presiden baru kita dalam memajukan pendidikan yang ada di Indonesia, termasuk Guru Honorer yang harus diperhatikan mengingat jasa mereka sangat besar di dunia pendidikan Indonesia.

Indoensia Kekurangan Guru SD Penjaskes 54 Ribu Orang



JAKARTA- Indonesia tengah dilanda masalah krisis Guru penjasekes meski secara kalkulasi terbilang ada jutaan tamatan guru Penjaskes masih sangat dibutuhkan sekitar 54 ribu orang  yang berkualitas. Sepintas jika kita membaca hal ini menjadi pertanyaan apakah guru Penjasekes di Indonesai masih sangat kurang hal ini menjadi sebuah pertanyaan besar yang dilihat dari sudut pandang berbeda.

Sementar di sisi lain lulusan Sarjana masih banyak mengaggur apakah memang guru penjaskes masih banyak dibuthkan tentu jawaban dari semua pertanyaan ini cukup membingungkan karena menurut data dikuti dari situs JPNN bahwa ada sekitar 1,6 juta guru SD 519 ribu diantaranya adalah guru honorer yang tersebar di seluruh Indonesia.

Apakah dari jumlah tersebut masih sedikit sekali guru Penjaskes tentu memang seperti itu disisi lain Indoensia kelebihan guru sementara sisi berbeda juga kekurangan guru Penjaskes, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, melalui penerimana CPNS tahu ini formasi untuk guru penjaskes dibuka lebih banyak hal ini memungkinkan mengisis kekurangan Guru SD Penjasekes.

Menurut data Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikbud Hamid Muhammad menuturkan, kekurangan guru Penjaskes di SD tidak bisa disepelekan. Sebab total jumlah kekurangannya mencapai 54 ribu orang. Disis lain masih banyak lulusan sarjana Penjaskes yang honor disekolah belum CPNS tetapi kok bisa yang dibutuhkan begitu besar.

Tidak heran karena pemerintah menyaring beberapa kopetensi dengan kata lain masih banyak guru Penjaskes yang belum menjadi CPNS meski tamatan banyak lulusan ini. Guru yang dimaksud adalah yang memiliki beberapa kopetensi tentu harus memenuhi persyaratan yang ada. Pemeritah tidak hanya mencari guru yang telah dijelaskan karena yang diharapkan adalah guru Penjaskes Berkualitas bukan hanya tamatan Penjaskes.

Kemendikbud memetakan ada empat masalah utama guru. Yaitu masalah distribusi yang belum merata, kualitas pedagogik, guru mengajar tidak sesuai kompetensi, dan urusan kesejahteraan. dalam hal tersebut kita juga harus cerdas dalam menyikapi hal tersebut. Mengingat bahwa banyak guru Penjaskes yang tamatan SGO sudah banyak pensiun hal ini harus mendapatkan ganti.

Semoga saja tahun ini Indonesia dapat menambah guru SD Penjaseke yang mencapai angka 54 Ribu Orang, sebagai catatan bahwa yang dicari adalah guru Penjaskes yang berkualitas memenuhi beberapa kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah agar dapat menjadi guru Penjaskes yang baik.

Acak